Jumat, 28 November 2014

Pengabdian Ayah

Setelah membaca sebuah antologi cerpen “Dekade Diandara”. Aku bisa menangis hanyut dalam cerita.Yang membuat cerita ini menarik seolah aku menjadi pemain didalamnya. Dari buku ini pula aku memberi penghargaan kepada Ayah. Seorang laki-laki yang berperawakan biasa, tinggi dan memiliki dedikasi yang tinggi untuk negaranya dan memiliki integrasi sangat tinggi pada keluarga dan pekerjaannya. Rela berpisah dengan keluarga untuk mendedikasikan diri nya untuk negri ini (Indonesia). Beberapa banyak orang yang rela berpisah ber jarak ber-mil mil dari keluarganya. Mempertahankan keluarganya agar utuh. Bahkan tak jarang dari kebanyakan mereka tidak bisa merasakan kemewahan-kemewahan yang dibicarakan oleh media.
Sehingga ia biasa bijak menghadapi hidup.Ya,Ayah-ku walaupun dia hanya mengucap satu atau dua patah kata. Walaupun saat ia letih ia masih bisa bersenda gurau dengan-ku dan adik-adikku.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar