Setelah
membaca sebuah antologi cerpen “Dekade Diandara”. Aku bisa menangis hanyut
dalam cerita.Yang membuat cerita ini menarik seolah aku menjadi pemain
didalamnya. Dari buku ini pula aku memberi penghargaan kepada Ayah. Seorang
laki-laki yang berperawakan biasa, tinggi dan memiliki dedikasi yang tinggi
untuk negaranya dan memiliki integrasi sangat tinggi pada keluarga dan
pekerjaannya. Rela berpisah dengan keluarga untuk mendedikasikan diri nya untuk
negri ini (Indonesia). Beberapa banyak orang yang rela berpisah ber jarak
ber-mil mil dari keluarganya. Mempertahankan keluarganya agar utuh. Bahkan tak
jarang dari kebanyakan mereka tidak bisa merasakan kemewahan-kemewahan yang dibicarakan
oleh media.
Sehingga ia
biasa bijak menghadapi hidup.Ya,Ayah-ku walaupun dia hanya mengucap satu atau
dua patah kata. Walaupun saat ia letih ia masih bisa bersenda gurau dengan-ku
dan adik-adikku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar