Jumat, 28 November 2014

Untitled

Rasanya lama sekali membuka gadget untuk menulis lagi. Entah apa yang kurasakan saat ini, Hatiku sangat hampa. Seolah novel-novel yang kubaca kemarin membawaku untuk mengingat kenangan masa lalu, yang saat mengingatnya butuh keberanian,keberanian agar mataku tidak mengeluarkan air mata. Keramaian-keramaian didekatku tidak mampu mengobati ke-hampa-an hatiku. Menulis, ya aku memilih mengenang masa lalu dan mengukirnya dalam sejumput cerita.
Panasnya siang tak mengubur semangatku untuk menyembunyikan cerita yang seharusnya aku keluarkan. Aku bersama teman-teman mengikuti konseling kelompok yang dibuat untuk mencurahkan semua masalah-masalah yang terjadi antar-individu dan menyelesaikannya. Setelah semua teman-temanku bercerita perihal masalahnya, sekarang giliranku. Entah apa yang membuat mulutku diam membisu dan menjawab “Tidak pak,saya tidak memiliki masalah saat ini”. Kata-kata ini dusta. Tapi,memang benar tak seharusnya semua orang tau masalah yang aku hadapi saat ini, toh cukup membicarakan perihal yang sangat privacy ini kepada orang yang terpercaya. Aku lebih percaya mempercayakan masalahku kepada Allah,Bunda & Ayahku. Walaupun,terkadang jawaban mereka tidak membuat akalku puas tetapi hatiku selalu lega sesudah bercerita tentang masalahku kepada mereka.

Hari ini ya hari ini mungkin hatiku merasa hampa. Hatiku jauh dari mereka. 

Pengabdian Ayah

Setelah membaca sebuah antologi cerpen “Dekade Diandara”. Aku bisa menangis hanyut dalam cerita.Yang membuat cerita ini menarik seolah aku menjadi pemain didalamnya. Dari buku ini pula aku memberi penghargaan kepada Ayah. Seorang laki-laki yang berperawakan biasa, tinggi dan memiliki dedikasi yang tinggi untuk negaranya dan memiliki integrasi sangat tinggi pada keluarga dan pekerjaannya. Rela berpisah dengan keluarga untuk mendedikasikan diri nya untuk negri ini (Indonesia). Beberapa banyak orang yang rela berpisah ber jarak ber-mil mil dari keluarganya. Mempertahankan keluarganya agar utuh. Bahkan tak jarang dari kebanyakan mereka tidak bisa merasakan kemewahan-kemewahan yang dibicarakan oleh media.
Sehingga ia biasa bijak menghadapi hidup.Ya,Ayah-ku walaupun dia hanya mengucap satu atau dua patah kata. Walaupun saat ia letih ia masih bisa bersenda gurau dengan-ku dan adik-adikku.



Jumat, 07 November 2014

Happy SweetSeventeen Day

SELAMAT MERAYAKAN HARI KELAHIRANMU YANG KE-17 LULU SALSABILA

Hari ini bukan sekedar kemeriahan karna ada nya Kue, Lilin, Teman-temanmu yang memberi mu kebahagian untuk saat ini. Bertambah banyak beban yang harus kamu pikul. Semoga Doa-doa yang diberikan oleh sahabat,teman,kerabat terdekat, Uwa, Om, Tante, Spesial dari Ayah & Bunda dan adik-adikku semua dikabulkan oleh Allah AAMIIN .
Semoga Kamu terbang tidak terlalu tinggi dan terjatuh tidak terlalu dalam.
Semoga Allah selalu menjagamu sampai kau bertemunya.
Semoga kamu berubah menjadi insan yang lebih bermanfaat dan kehadiranmu selalu diharapkan oleh orang lain.
Semoga moment hari ini menjadi pengingat akan kematianmu yang sangat dekat juga menjadi pengingat atas kesuksesan yang masih panjang.
Dan tak lupa ucapan Terima Kasih kepada orang-orang yang telah berjasa mengisi hari-hari seorang Lulu. Lidya Terima Kasih sudah menjadi Sahabat yang baik yang setia mengucapkan “Selamat Ulangtahun” sejak 7 tahun yang lalu sampai sekarang. Sahabat-sahabat yang terhebat yang sudah memberikanku warna-warni pelangi .Terima Kasih Nada,Feby,Haya,Novi,Ana,Nida,Azzahra,Devia,Euis,Aisyah,Muthi,Indah,Ismi,Marwah,Sabila,Shofa,Wafa,Zulfa,Adis. 3 tahun bukan waktu yang singkat.
 Terima Kasih untuk hari ini my classmate Yulia,Nanda,Siska,Andini,Mifta,Fitri Wulandari,Fitri Kurniasih,Okta, dan Adel atas Suprise yang tak terduga. Terima Kasih buat teman-teman semua yang mungkin lulu ga bisa mention semuanya. Terima Kasih atas doa dan ucapan kalian yang tulus dan ikhlas.
Ucapan Terima Kasih rasanya terlalu sederhana untuk aku berikan Kepada Ayah & Bunda. Biar Kan kubuktikan kepada mereka bahwa UlangTahun ke-17 kali ini membawa ku kepada kesuksesan dunia dan akhirat. Biar ku banggakan mereka dengan Mahkota sang penghafal Quran di Akhirat nanti. Kan kubanggakan mereka dengan Kedudukan ku di Dunia dengan Melihat Lulu sukses dengan Apa yang mereka harapkan,
Tidaklah juga cukup Kata TerimaKasih bagi Sang Pemberi Umur, Maha Abadi, dan Maha segalanya Allah SWT. Segala Puji BagiNya. Telah Engkau karuniakan kepada Lulu Salsabila umur yang panjang,
YaAllah dihari yang penuh berkah ini dan dimana umurku semakin berkurang. Ku panjatkan doaku.
“Ya Allah jadikan umur terbaik hamba dipenghujungnya. Jadikan amal terbaik hamba di penutupnya. Jadikan amal hari-hari terbaik hamba saat bertemu denganMu

YaAllah hamba memohon kepadaMu permintaan terbaik, doa terbaik, kesuksesan terbaik, kehidupan terbaik, amal pahala tebaik,kematian terbaik, Kuatkanlah hamba.Berat kan lah timbangan kebajikan hamba. Realisasikan keimanan hamba. Ampuni dosa-dosa hamba. Tinggikan kebajikan hamba, terimalah Shalat hamba dan Hamba mohon surga tertinggi.. AAMIIN.”