Rasanya lama
sekali membuka gadget untuk menulis
lagi. Entah apa yang kurasakan saat ini, Hatiku sangat hampa. Seolah
novel-novel yang kubaca kemarin membawaku untuk mengingat kenangan masa lalu,
yang saat mengingatnya butuh keberanian,keberanian agar mataku tidak
mengeluarkan air mata. Keramaian-keramaian didekatku tidak mampu mengobati
ke-hampa-an hatiku. Menulis, ya aku memilih mengenang masa lalu dan mengukirnya
dalam sejumput cerita.
Panasnya
siang tak mengubur semangatku untuk menyembunyikan cerita yang seharusnya aku
keluarkan. Aku bersama teman-teman mengikuti konseling kelompok yang dibuat untuk mencurahkan semua
masalah-masalah yang terjadi antar-individu dan menyelesaikannya. Setelah semua
teman-temanku bercerita perihal masalahnya, sekarang giliranku. Entah apa yang
membuat mulutku diam membisu dan menjawab “Tidak pak,saya tidak memiliki
masalah saat ini”. Kata-kata ini dusta. Tapi,memang benar tak seharusnya semua
orang tau masalah yang aku hadapi saat ini, toh
cukup membicarakan perihal yang sangat privacy
ini kepada orang yang terpercaya. Aku lebih percaya mempercayakan masalahku
kepada Allah,Bunda & Ayahku. Walaupun,terkadang jawaban mereka tidak
membuat akalku puas tetapi hatiku selalu lega sesudah bercerita tentang
masalahku kepada mereka.
Hari ini ya
hari ini mungkin hatiku merasa hampa. Hatiku jauh dari mereka.