Sebab itu adalah keputusan besar.Ada taruhan kepribadian disitu .”Aku mencintaimu,” adalah ungkapan lain dari, “Aku ingin memberimu sesuatu .”Yang terakhir ini juga adalah ungkapan lain dari,”Aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia...aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi dirimu agar bisa tumbuh semaximal mungkin...aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku proses pertumbuhan dirimu melalui kebajikan harian yang kulakukan padamu...aku juga akan melindungi dirimu dari segala sesuatu yang adapat merusak dirimu dan proses pertumbuhan itu..”Taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai terhadap intergritas kepribadian kita.Sekali kamu mengatakan kepada seseorang, “Aku mencintaimu,” Kamu harus membuktikan ucapan itu.Itu deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan, tapi terutama tentang kesiapan dan kemampuan memberi,kesiapan dan kemampuan berkorban, kesiapan dan kemampuan melakukan pekerjaan-pekerjaan cinta: memperhatikan, menumbuhkan,merawat dan melindungi.
Sekali deklarasi cinta tidak terbukti,kepercayaan hilang lenyap. Tidak ada cinta tanpa kepercayaan. Begitulah bersama waktu suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya. Atau anak kehilangan kepercayaan kepada orangtuannya. Atau sahabat kehilangan kepercayaan kepada kawannya. Semua dalam situasi: Cinta yang tidak terbukti. Ini yang menjelaskan mengapa cinta yang begitu panas membara diawal hubungan lantas jadi redup dan padam pada tahun kedua,ketiga,keempat dan seterusnya. Dan tiba-tiba saja perkawinan bubar,persahabatan berakhir,keluarga berantakan.
Jalan hidup kita biasanya tidak linier. Tidak juga seterusnya pendakian. Atau penurunan.Karena itu konteks di mana pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan tidak selalu kondusif secara emosional. Tapi,disitulah tantangannnya: membuktikan ketulusan ditengah situasi-situasi yang sulit.Disitu konstiteni diuji. Di situ juga integritas terbukti.Sebab mereka yang bisa mengejawantahkan cinta di tengah situasi sulit,jauh lebih bisa membuktikannya dalam situasi yang longgar.
Taken from “ Serial Cinta” by: Ustad Anis Matta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar